Kopi Hitam

sumber gambar

sumber gambar

Week end ini harusnya aku pulang, menjenguk papa dan mama yang katanya sudah kangen. Sekalian mencicipi masakan mama yang sudah kurindukan. Tapi Rabu kemarin, dia berhasil membisikkan rayuan menantang di kupingku. Smoker itu, yang napasnya bau rokok, mengatakan padaku dengan setengah berbisik di saat kuliah sedang berlangsung, kita jalan-jalan keliling Bogor yuk. Mataku beralih dari screen di depan kelas ke wajahnya yang mengekspresikan adanya tantangan. Kemana, tanyaku setengah berbisik. Dia menulis di kertas yang dipungutnya di lantai : kemana saja, ke tempat yang tak biasa.

Baca selebihnya »

Bite Me by Motorbike

sumber gambar

sumber gambar

Menurutinya untuk menyusur jalanan Bogor yang tak pernah kami kenal sebelumnya merupakan tantangan menarik di Sabtu membosankan ini. Motor dekil yang jarang dia mandikan itu sudah terpakir di halaman rumah Jeng Nyonya. Dia sedang menunggu di teras, sedangkan aku sedang sibuk mencari baju paling nyaman yang bisa seharian dipakai tanpa menimbulkan bau keringat. Kaos adalah pilihan cerdas, ah ya dan celana jeans yang sudah tiga hari berturut-turut aku pakai itu. Jeans tak akan bau meski seminggu tak kau cuci. Lagipula rugi jika sering gonta-ganti jeans, boros energi dan detergen, tentu saja juga air untuk mencuci. Hei, kata Jeng Nyonya kita harus hemat sumberdaya bukan, untuk menyelamatkan bumi dari kerusakan yang semakin parah ini….

Baca selebihnya »

Blushing

sumber gambar

sumber gambar

“Berlebihankah, kalau aku memintamu tinggal sejenak di sini ?”

Pertanyaan itu sudah menjadi milik sepi, sebab tak pernah terlontarkan. Nyatanya aku tetap membiarkanmu melangkah pergi. Sementara aku masih memandang sosokmu yang menjauh, sampai kemudian hanya menyerupa noktah kecil sebelum akhirnya lenyap sama sekali.

Baca selebihnya »

Jeng Nyonya : Terjebak

widower_by_pretty_as_a_picture1

Saat aku membiarkan diriku terjebak macet di salah satu ruas jalan ibukota, mendadak aku teringat kamu. Tepatnya ketika mendengar Ipang menyanyikan ‘Orang Sepertiku’ yang sedang diputar di salah satu radio. Suaranya yang serak sontak menyeret pikiranku menuju ribuan menit pada tataran waktu yang lampau.

Baca selebihnya »

Pengganggu Tidur Keisha

sleepsleep

Jeng Nyonya sudah berangkat pagi-pagi ke Jakarta untuk menghadiri seminar nasional tentang deforestasi. Seperti biasa, Jeng Nyonya selalu diundang untuk berbicara mengenai deforestasi ditinjau dari sudut pandang kebijakan. Di sana nanti, aku yakin Jeng Nyonya akan membahas kebijakan mana yang menjadi pemicu rusaknya hutan tropis Indonesia. Lalu dengan gamblang dia akan menyampaikan juga alternatif pemecahan untuk keluar dari kesalahan sistemik yang memicu terjadinya hal tersebut. Ahai, aku sudah tahu itu karena kemarin baru saja mengikuti kuliah Jeng Nyonya dan kebetulan pas sampai di rumah dia memintaku untuk membantu membuat bahan presentasi di power point.

Baca selebihnya »

Keisha Sarapan Gratis

http://www.art.com/gallery/id--a66245/alena-hrbkova-posters.htm?ui=CAD22D7462384D369D123919109A1644

yummy pancake, kan

Seminar Ramon selesai bersamaan dengan redanya hujan. Aku langsung menyerbu masuk begitu dosen pembimbingnya selesai menutup acara. Ramon melirik kejam padaku. Aku tak peduli kalau hari ini dia jadi melempar granat gara-gara aku terlambat datang. Padahal aku cuma terlambat dua menit dari jadwal yang ditetapkan. Saat aku sampai di depan ruangan ini, pintu sudah tertutup rapat dan kursi kosong sudah habis. Terlihat kan, Ramon punya banyak pasukan yang bersedia bangun pagi demi datang ke seminarnya. Hal ini tidak akan terjadi kalau kamu orang yang sombong di kampus, nggak punya teman yang bisa digerakkan memenuhi kuota seminar. Seminar tidak akan berjalan jika yang hadir di seminar kurang dari sepuluh orang. Artinya, jadwal seminar akan diundur. Tanya sama Mas Awe bagian akademik kampus, pasti dengan senyumnya yang kalem dia akan menyebutkan prosedur yang ribet untuk rescheduling seminar.

Baca selebihnya »

Keisha dan Smoker

im_a_smoker_by_the_psycrothic1

“Sudah gue bilang jangan merokok, masih aja ngebul.”

Kukibaskan tangan kananku menghalau kurva-kurva karbonmonoksida yang bersumber dari batang rokoknya. Dia nyengir, sambil berbalik badan memunggungiku. Saat yang tepat untuk menangkap detil sosoknya lalu akan kusimpan dalam sel abu-abuku. Rambutnya yang sebahu dengan potongan tak teratur itu sedikit basah terkena gerimis. Momen seperti ini akan kugambar di buku sketsaku, kapan-kapan. Ah, sebaiknya nanti malam saja. Biasanya saat malam dia sering mengusikku dalam bentuk bayangan yang hanya bersliweran di ruang khayalku.

“Ke, makasih ya. Kata Pak Rama, proposal gue udah oke. Untung lo bantuin ngedit. Mata gue udah jereng melototin huruf-huruf itu. Perasaan nggak ada yang salah, eh pas diprint baru ketahuan mana salahnya. Nyebelin kan. Ngabisin kertas aja. Ngabisin hutan juga.”

Katanya setelah kembali menghadap ke arahku. Batang rokoknya sudah pendek, tapi aku yakin, dia tidak akan membuangnya sebelum rokok itu benar-benar mati dengan sendirinya. Tipikal mahasiswa yang nggak mau rugi.

“Iya, sama-sama. Kalau takut ngabisin hutan, mending bilang sama Pak Rama, draft proposal sama skripsi lo nanti nggak usah diprint aja. Disetor via email gitu. “

Baca selebihnya »

Keisha (Menunggu di Luar)

smoker2

Subuh baru lewat dua jam yang lalu. Matahari meredup tersaput awan columbus. Gerimis tumpah berebut menyusup pori-pori tanah. Mataku masih sembab saat melangkah menyusuri jalanan becek menuju kampus. Demi apa ? Demi menuntut ilmu ? Iya, itu salah satunya. Salah duanya adalah demi Ramon. Kemarin sudah ribuan kali dia mengingatkanku untuk datang ke seminar hasil skripsinya, disertai dengan ancaman akan melemparkan granat kalau aku tidak datang. Bukan granat yang aku takutkan, karena nggak mungkin Ramon bisa punya granat, yang aku takutkan adalah melewatkan makan-makan gratis. Hehe. Tapi, selain itu, ada hal lebih penting yang membuatku semangat menembus gerimis, yaitu niat untuk mengapresiasi kebaikan hati Ramon. Ramon yang sudah menjadi pahlawan makalahku.

Baca selebihnya »

Halo dunia!

Selamat Datang Blogdetik.com. Ini merupakan postingan pertama Anda. Silahkan Edit atau hapus postingan ini, dan mulai ngeblog!